Penerapan EEAT Untuk Blog (Versi Mudah)

EEAT singkatan dari Experience Expertise Authority Trust. Ada juga yang menyebutnya Experience Expertise Authoritativeness Trustworthiness. Keduanya artinya sama yaitu pengalaman, keahlian, orotitas, dapat dipercaya.

Gampangnya, EEAT ini adalah serangkaian kriteria yang digunakan Google untuk menilai apakah konten blogmu berkualitas dan dapat dipercaya, termasuk pembuat kontennya apakah dapat dipercaya. Kalau kata pakar SEO Matthew Woodward, EEAT digunakan Google untuk memastikan kontenmu tidak full of shit (sampah).

EEAT setahu saya bukan ranking factor secara langsung. Dia mempengaruhi rangking keyword tapi secara tidak langsung.

EEAT sudah lama ingin saya terapkan pada blog-blog saya namun baru saat ini saya sempat melakukannya. Agar lebih praktis saya membuat EEAT checklist yang bisa kamu download disini.

Tidak semua poin EEAT di checklist tersebut sudah saya tes, jadi saya belum tahu sejauh mana efeknya ke blog saya. Prinsip saya, teknik SEO yang bagus untuk blog saya adalah yang sudah saya tes. Jadi kamu juga silakan tes sendiri kalau mau, dan ambil yang berguna saja bagi blogmu.

Sebelum menerapkan EEAT pada blog ada mindset yang menurut saya penting untuk dipahami. Pertama, kamu tidak bisa memasukkan unsur EEAT kalau kamu tidak memilikinya. Harus jujur.

Misalnya kamu mereview sebuah skincare yang belum pernah kamu pakai sendiri. Untuk memenuhi unsur experience, kamu menyatakan di artikel kalau skincare-nya sudah kamu coba sendiri. Itu tidak boleh.

Kenapa tidak boleh? Selain biar tidak dosa, khawatirnya kamu akan terbiasa memanipulasi EEAT secara negatif. Dan saya yakin tindakan abuse semacam itu akan membuatmu lengah. Sehingga akhirnya salah langkah yang mudah dideteksi oleh Google dan Google dengan kekuatan bulan akan menghukum blogmu.

Kedua, kriteria paling penting dari EEAT adalah Trust. Kriteria lain seperti Experience, Expertise dan Authority digunakan untuk membantu menilai apakah sebuah konten trustworthy (bisa dipercaya) atau tidak.

Ketiga, tidak semua unsur EEAT bisa atau harus dimasukkan ke konten. Kalau bisa masuk ya masukkan, syukur kalau bisa masuk semua. Kalau tidak bisa ya jangan.

Contoh kamu menulis artikel resep masakan tertentu yang pernah kamu masak sendiri, sehingga kamu bisa memasukkan experience yang akan membuatmu menjadi trustworthy. Sedangkan expertise tidak harus kamu masukkan, karena kamu bukan chef.

Yuk sekarang kita lihat bagaimana menerapkan EEAT untuk blog. Yang ilmunya saya ambil dari banyak sumber. Tapi saya list yang sederhana saja dan mudah diterapkan, untuk yang advance seperti penggunaan schema belum saya masukkan.

EEAT Untuk Blog (Site Wide)

Ini diterapkan untuk keseluruhan blog.

Buat halaman tentang (about page). Isinya ada nama blog, nama pemilik blog, alamat, nomor telepon, email, foto pemilik blog, siapa saja anggota tim blog (jika blog dikelola tim) yang setiap anggota tim ada link ke halaman profil yang lebih detail.

Ada keterangan juga kenapa blognya layak dipercaya (Trust). Misal blog niche fashion, layak dipercaya karena pemilik dan timnya adalah orang-orang yang profesinya di bidang fashion (Experience, Expertise, Authority).

Saya sendiri tidak suka mencantumkan data pribadi di blog. Biasanya nama lengkap, nomor telepon dan alamat tidak saya cantumkan, hanya email saja. Salah satu alasannya, saya cukup sering di-spam sales menawarkan untuk kulakan produk, meski sudah dijelaskan saya ini blogger bukan penjual.

Buat halaman kontak. Isinya nama blog, alamat, nomor telepon, email. Intinya buat orang mudah untuk mengontak pemilik/pengelola blog.

Footer ada nama blog, alamat, no telepon, email.

Author page. Ini biasa ada di WordPress. Sebaiknya dimodifikasi di bagian atas diisi nama author (penulis), fotonya dan hal-hal penting seperti pendidikan, pengalaman, pekerjaan, keahlian, penghargaan, dsb. Baru di bawahnya ada semacam list artikel-artikel yang dia tulis di blog tersebut. Ini khususnya diterapkan jika blog memiliki lebih dari satu author.

Halaman privacy policy, disclaimer dan semacamnya harus ada.

Aktifkan fitur komentar di blog terutama di artikel. Sehingga pembaca bisa berinteraksi dengan cara bertanya, berbagi atau membantah pendapat, berdisuksi, dll. Ini menurut saya bisa menyumbang trust dan expertise.

Author bio (bio singkat penulis) di bawah setiap artikel. Dengan mudah bisa dibuat di blog berbasis WordPress. Isi bio menunjukkan keahlian, pengalaman, otoritas penulis terkait niche blog.

EEAT Eksternal

Maksudnya adalah membangun EEAT baik untuk blog maupun author di luar blog (media lain). Lebih spesifik lagi membangun brand sebagai expert di niche tertentu sesuai niche blog.

Media sosial. Pasang link blog di akun media sosial yang kamu miliki.

Quora. Buat akun Quora sesuai nama author blog, pasang link blog di bio, jawab pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan niche blog.

Menulis artikel di media nasional. Tema artikelnya sesuai dengan tema atau niche blog. Pilih media nasional dan website lain yang semacamnya yang memiliki authority tinggi. Syukur kalau sekaligus bisa mendapatkan backlink.

Ini kalau gratisan (tidak berbayar, tidak memasang advertorial) memang sulit atau sangat sulit ditembus. Bisa dengan cara mengirimkan press release yang newsworthy, atau lebih baik lagi mengirimkan artikel yang berkualitas tinggi.

Guest post di blog lain dengan artikel yang terkait dengan niche blog. Blog tempat guest post sebisa mungkin niche-nya sama atau terkait dengan niche blogmu. Minimal artikelnya terkait dengan niche blogmu. Biasanya guest post juga mengijinkan untuk memasang backlink di dalam artikel.

Wikipedia. Yang terbaik adalah ada halaman Wikipedia tentang kamu atau blogmu (atau keduanya), tapi memang sulit. Bisa juga dengan kamu, blogmu, atau artikel blogmu di-mention di halaman Wikipedia. Atau artikel blogmu dijadikan rujukan/sumber di Wikipedia.

Yang pernah saya lakukan untuk blog saya yang niche kucing adalah saya menemukan sebuah halaman Wikipedia tentang sejarah kafe kucing. Tapi ada kesalahan atau ketidaklengkapan informasi di situ.

Lalu halaman tersebut saya edit dan artikel blog saya menjadi sumber/rujukan. Cukup lama menunggu sebelum akhirnya editan saya disetujui. Halaman Wikipedianya bisa dilihat disini.

EEAT Untuk Artikel

Ini diterapkan pada setiap artikel.

Artikel review misalnya review produk, film, jasa, tempat wisata, dan lainnya. Idealnya kamu mereview berdasarkan pengalaman pribadimu. Misalnya pernah memakai produknya, pernah menonton filmnya, pernah liburan ke tempat tertentu.

Tunjukkan experience-mu dengan bukti misalnya dengan foto, video, audio, atau mungkin bentuk lainnya. Contoh kalau mereview film kamu bisa menampilkan foto tiket bioskop yang kamu beli, dan fotomu di samping poster filmnya.

Experience untuk artikel yang bukan review. Misalnya menulis resep, kamu pernah membuat masakannya, ada foto-fotonya. Artikel tentang perpustakaan kota, ada foto-foto saat kamu berkunjung ke sana.

Artikel tentang rekomendasi nasi goreng terenak di kota tertentu. Buktinya bisa berupa di setiap warung nasi goreng yang kamu rekomendasikan, ada link yang mengarah ke review individual warung tersebut yang isinya lengkap dengan foto/videomu saat kamu makan di masing-masing warung.

Artikel tutorial, beri bukti bahwa kamu pernah mempraktekkan tutorial yang kamu bagikan. Bisa berupa screenshot, hasil sebelum dan sesudah mempraktekkan tutorial, dsb.

Bahasa menunjukkan experience. Penggunaan kalimat juga bisa menunjukkan experience. Misal kamu mereview vacuum cleaner portable: Meskipun bentuknya besar, namun ketika saya angkat ternyata ringan. Dengan satu tangan pun saya bisa mengangkat dan mengoperasikannya dengan nyaman.

Atau mereview makanan kucing: Kucing saya tidak suka dry food, wet food, dan snack rasa salmon. Tapi herannya saat saya kasih wet food A yang rasa salmon kok dia mau. Begitu saya taruh wet food di tempat makannya dia mendekat, mengendus sebentar, lalu makan dengan lahap.

Buktikan experience dan expertise melalui artikel. Yaitu publish banyak artikel berkualitas untuk topik tertentu sehingga Google (dan pembaca blog) akan mengakui kamu punya cukup pengalaman dan keahlian untuk topik tersebut.

Expertise penting untuk artikel yang topiknya memerlukan pengetahuan dan kemampuan. Misalnya artikel kesehatan, servis motor, investasi, berita, dsb. Akan bagus jika yang menulisnya adalah dokter, mekanik/montir, ahli keuangan, atau jurnalis, dst.

Jika kamu bukan ahli untuk topik tersebut kamu bisa menunjukkan expertise dengan cara menyewa editor ahli yang mereview dan mengedit artikelmu. Misal kamu menulis tentang diabetes, di artikel bisa kamu beri keterangan bahwa artikel telah direview dan diedit oleh dokter Fulan.

Kalau tidak bisa menyewa editor ahli bagaimana? Meskipun mungkin lebih lemah, menurut saya expertise masih bisa ditunjukkan dengan riset. Kalau menulis tentang diabetes maka tunjukkan di dalam artikel atau di referensi/daftar pustaka di akhir artikel sumber-sumber terpercaya yang kamu gunakan sebagai bahan tulisan.

Ada cara lain yaitu mewawancara ahli. Contoh di blog niche kucing saya beberapa kali mewawancara dokter hewan yang hasilnya saya olah menjadi artikel. Di dalam artikel saya sertakan informasi tentang klinik dokter hewan tersebut, selain untuk promosi kliniknya juga untuk membuktikan bahwa dokternya dokter hewan betulan.

Perbaiki artikel yang isinya tidak akurat atau ketinggalan jaman (tidak up to date). Ini tentunya akan meningkatkan kualitas artikel dan trust.

Kalau kamu tertarik menerapkan EEAT untuk blogmu kamu bisa download EEAT checklist di bawah ini. Isinya bisa kamu modifikasi sesuai kebutuhan dan pengetahuanmu. Dan kalau kamu punya insight soal EEAT ini jangan ragu bagikan di komentar ya.

Download EEAT Checklist

7 Comments

  1. Jujur kadang mikirin teknis blog yang modelan begini tuh bikin pengen nyerah. Karena pengennya nulis sesuka kita. Tapi ya realitanya kita juga harus aware sama hal-hal seperti ini agar bisa bertahan.

  2. Terima kasih atas informasinya dan bonusnya. Saya baru tahu tentang istilah ini setelah 3 tahun jadi blogger (hilang muncul). Penjelasannya mudah dimengerti daripada konsep SEO yang terlalu luas cakupannya.

    • Ini terutama buat blog yang goalnya nyari trafik dan earning. Kalau buat menulis bebas nggak perlu EEAT. Kaya blog saya ini tempat saya nulis aja, nggak nerapin SEO apalagi EEAT.

  3. sebetulnya saya masih belajar soal EEAT ini, sedikit kurang paham jadi perlu dibaca perlahan nih artikelnya. Tapi saya kaget juga, bisa ya kita bikin page wikipedia sendiri? bisa dicoba nih, mengingat blog niche food saya masih sulit di detek google dengan kw nama blog. btw makasih free donlot ceklistnya, bisa dipakai juga sambil belajar dan menerapkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *