Cara Menulis Artikel Blog Berkualitas Dengan Bantuan ChatGPT

Saya suka ChatGPT karena membantu saya untuk lebih produktif dengan produktivitas yang efisien dan efektif.

Sebagai blogger saya ingin produktif, menghasilkan sebanyak mungkin artikel. Kamu juga kan?

Tapi produktif yang efisien, yaitu menggunakan lebih sedikit usaha, waktu, biaya, dsb. Tak hanya itu, juga harus efektif, artikel yang dihasilkan harus berkualitas.

Yang saya gunakan adalah OpenAI ChatGPT. Versi gratis (GPT-3.5) untuk sehari-hari, dan versi berbayar (GPT-4) kalau ada rejeki. Yang versi berbayar hasilnya memang jauh lebih bagus, tapi di artikel ini saya akan mencontohkan penggunaan yang versi gratis.

Aturan mainnya itu garbage in, garbage out. Kalau input yang berikan pada ChatGPT bagus, akan menghasilkan artikel yang bagus.

Sebaliknya, kalau input-nya jelek, sekedarnya, hasilnya bisa seperti ini:

  • Isi artikel ngawur. Data dan faktanya salah.
  • Bahasanya kaku.
  • Gaya penulisan tidak khas seperti penulisanmu.
  • Artikel tidak memberi manfaat yang berarti bagi pembaca.

Sayangnya masih banyak blogger yang menggunakan ChatGPT untuk menghasilkan artikel sekedarnya. Yang penting cepat menghasilkan banyak artikel, tidak begitu peduli dengan kualitas. Sudah dibantu AI kok artikelnya masih jelek juga?

Lalu, bagaimana cara membuat artikel blog dengan bantuan ChatGPT agar hasilnya:

  • Isinya bisa dipertanggungjawabkan, artinya memberikan data, fakta, informasi yang benar.
  • Bahasanya sesuai dengan karakter khas penulisanmu.
  • Artikel betul-betul memberi manfaat bagi pembaca.

Setelah mencoba beberapa lama, ini langkah sederhana yang saya lakukan agar menghasilkan artikel yang bagus menggunakan bantuan ChatGPT:

  1. Riset keyword.
  2. Riset bahan tulisan.
  3. Membuat outline artikel.
  4. Generate artikel.
  5. Edit artikel.

Saya beri contoh menulis artikel dengan bantuan ChatGPT. Untuk tema yang mudah yaitu bagaimana memasak cumi agar dagingnya tidak a lot.

#1 Riset Keyword

Pertama kali yang saya lakukan adalah meriset keyword, karena saya menginginkan artikel yang bisa mendapatkan trafik organik dari Google. Tool yang saya gunakan adalah Ubersuggest, yang gratis sudah mencukupi untuk riset keyword satu artikel. ChatGPT juga bisa untuk meriset keyword, tapi saya saat ini lebih memilih tool lain.

Saya mendapat keyword dan monthly search volume berikut:

tips memasak cumi agar tidak alot 170
tips memasak cumi biar empuk 20
tips memasak cumi asin agar tidak alot 40

#2 Riset Bahan Tulisan

Agar menghasilkan artikel berkualitas yang betul-betul ada manfaatnya bagi pembaca maka jangan pasrahkan begitu saja isi tulisan pada ChatGPT. Saya melakukan riset tips apa saja yang bisa mengempukkan daging cumi.

Saya mencari informasi dari pengetahuan dan pengalaman pribadi, artikel-artikel lain, Youtube, dan sebagainya. Buku, majalah, dan narasumber juga bisa menjadi sumber informasi yang baik.

Sumber informasinya saya pilih yang terpercaya agar menghasilkan bahan tulisan yang bagus. Saya memilih sumber dari chef ternama, website yang terpercaya, dsb.

Hasil riset saya kumpulkan dan ini hasilnya:

  • Marinasi cumi segar dengan air jeruk nipis kurang lebih 10 menit untuk melembutkan serat daging cumi, juga agar tidak amis.
  • Jika cumi digoreng jangan terlalu lama, kurang lebih 5 menit saja. Wajan jangan kepenuhan isi karena akan mengurangi temperatur.
  • Jika dimasak kuah atau tumis juga tidak boleh terlalu lama, 5-6 menit. Masukkan cumi di akhir proses memasak.
  • Direbus 5-6 menit.
  • Direbus tanpa air sampai keluar cairan. Tiriskan, rendam di air es.
  • Direbus lalu direndam air es.
  • Marinasi dengan garam dan baking powder, dicampur dan diremas-remas sampai berbusa, diamkan 30 menit, cuci bersih.
  • Rebus cumi asin dalam air mendidih 5-10 menit.
  • Rendam cumi asin dalam air panas minimal 15 menit.

#3 Membuat Outline Artikel

Dari hasil riset tersebut saya membuat outline artikel dengan struktur sebagai berikut:

I. Intro

II. Gunakan Marinasi
1. Marinasi dengan air jeruk nipis sekitar 10 menit agar serat daging lembut. Bilas dan siap dimasak.
2. Marinasi cumi dengan garam dan baking powder, remas-remas sampai berbusa, biarkan 30 menit, cuci bersih.

III. Teknik Memasak
1. Jangan masak cumi terlalu lama kurang lebih 5 menit saja.
2. Jika digoreng wajannya jangan diisi kepenuhan dengan cumi karena mengurangi temperatur minyak.

IV. Rebus Dahulu
1. Rebus cumi 5-6 menit sebelum diolah menjadi masakan.
2. Rebus cumi dengan air lalu langsung masukkan ke air es beberapa lama.
3. Masak cumi tanpa air sampai keluar cairan, langsung masukkan ke air es.

V. Jika Menggunakan Cumi Asin
1. Rebus cumi asin dalam air mendidih 5-15 menit.
2. Rendam cumi asin dalam air panas setidaknya 15 menit.

#4 Generate Artikel

Kemudian saya suruh ChatGPT untuk generate artikel menggunakan prompt (perintah):

Tuliskan artikel tips memasak cumi agar tidak alot dengan outline:
[tuliskan outline artikelnya]

Dan hasilnya:

Tips Memasak Cumi Agar Tidak Alot

I. Intro

Cumi merupakan salah satu makanan laut yang populer dihidangkan dalam berbagai masakan di seluruh dunia. Namun, seringkali orang mengalami masalah saat memasak cumi yang bisa membuatnya menjadi alot dan kenyal. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti teknik memasak yang tidak tepat atau pengolahan yang kurang benar sebelum dimasak. Dalam artikel ini, kami akan memberikan tips memasak cumi agar tidak alot dan tetap lezat. Dengan mengikuti panduan ini, Anda dapat menikmati cumi yang lembut dan lezat setiap saat.

II. Gunakan Marinasi

Salah satu cara efektif untuk membuat cumi menjadi lebih lembut adalah dengan menggunakan marinasi sebelum dimasak. Berikut adalah dua cara marinasi yang dapat Anda coba:

Marinasi dengan air jeruk nipis sekitar 10 menit agar serat daging lembut. Bilas dan siap dimasak.
Marinasi cumi dengan garam dan baking powder, remas-remas sampai berbusa, biarkan 30 menit, cuci bersih. Baking powder membantu melunakkan serat cumi sehingga teksturnya menjadi lebih lembut ketika dimasak.

III. Teknik Memasak

Selain menggunakan marinasi, teknik memasak yang tepat juga merupakan kunci untuk mendapatkan cumi yang tidak alot. Berikut adalah beberapa tips dalam teknik memasak cumi:

Jangan masak cumi terlalu lama kurang lebih 5 menit saja. Cumi memiliki kandungan air yang tinggi, sehingga jika dimasak terlalu lama, dagingnya akan mengering dan menjadi alot.

Jika digoreng, jangan isi wajan terlalu penuh dengan cumi karena hal ini dapat mengurangi temperatur minyak. Goreng cumi dalam jumlah sedikit agar minyak tetap panas dan cumi matang secara merata.

IV. Rebus Dahulu

Langkah berikutnya adalah merebus cumi sebelum diolah menjadi masakan. Berikut adalah beberapa tips merebus cumi:

Rebus cumi selama 5-6 menit sebelum diolah menjadi masakan. Proses merebus membantu melonggarkan serat daging cumi sehingga menjadi lebih lembut.

Setelah merebus, masukkan cumi ke dalam air es selama beberapa menit. Langkah ini membantu menghentikan proses masak dan menjaga tekstur cumi tetap kenyal.

Jika Anda memasak cumi dalam saus atau kuah, sebaiknya masak cumi tanpa air terlebih dahulu sampai keluar cairan keputihan atau kemerahan. Setelah itu, baru masukkan cumi ke dalam saus atau kuah. Hal ini membantu menghindari terlalu banyak cairan yang masuk ke dalam masakan dan menjaga tekstur cumi tetap lezat.

V. Jika Menggunakan Cumi Asin

Jika Anda menggunakan cumi asin, berikut adalah tips untuk mengurangi tingkat keasinan dan membuatnya menjadi lebih lembut:

Rebus cumi asin dalam air mendidih selama 5-15 menit tergantung tingkat keasinan yang diinginkan. Rendam cumi asin dalam air panas setidaknya 15 menit sebelum dimasak. Langkah ini membantu menghilangkan garam berlebih dari cumi asin dan membuatnya lebih lembut saat dimasak.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, Anda dapat memasak cumi dengan sempurna dan menghasilkan hidangan yang lembut, kenyal, dan lezat. Selamat mencoba!

#5 Edit Artikel

Langkah berikutnya adalah mengedit artikelnya agar jadi lebih bagus. Saya edit sesuai dengan gaya penulisan saya sehari-hari.

Saya tanya juga ke diri sendiri, setelah baca artikel ini pembaca mendapatkan apa? Agar isi artikel benar-benar ada manfaatnya bagi pembaca.

Ini hasil akhir artikelnya: https://dapurfani.com/tips-memasak-cumi-agar-tidak-alot

Pengecekan fakta juga perlu kamu lakukan jika ChatGPT memberikan output berupa fakta-fakta baru. Cek apakah benar atau tidak, bisa dengan Googling misalnya.

Saya juga menerapkan on page SEO sederhana dalam artikel:

  • URL menggunakan keyword utama.
  • Tingkat kompetisi keyword cukup rendah, artikelnya pendek. Jadi keyword utama dan keyword sekunder masing-masing disebut 1 kali saja di artikel sudah cukup.
  • Judul/meta title mengandung keyword utama dan semua keyword sekunder.
  • Meta description mengandung keyword utama dan keyword sekunder.
  • Nama file dan alt gambar menggunakan keyword utama.
  • Ini sangat penting: artikel memenuhi search intent. Kalau orang Googling dengan keyword “tips memasak cumi agar tidak alot” dia ingin mendapatkan artikel yang seperti apa?

Performa Keyword

performa keyword artikel chat gpt

Keyword “tips memasak cumi agar tidak alot” begitu artikel terindeks rangkingnya 28. Posisi terakhir saat artikel ini ditulis di 22.

Keyword “tips memasak cumi asin agar tidak alot” posisi awal 21, posisi terakhir 15.

Keyword “tips memasak cumi biar empuk” posisi awal 23, posisi terakhir 18.

Penutup

Jadi saya menggunakan ChatGPT sebagai alat bantu untuk menulis artikel, bukan memasrahkan mutlak penulisan artikel pada ChatGPT. Lumayan terbantu, memangkas sekitar 30-40% dari waktu yang biasanya saya habiskan untuk menulis artikel. Terutama karena saat mengedit artikel saya tinggal mengembangkan apa yang sudah diberikan ChatGPT, bukan mulai dari nol.

Kalau kamu mau mulai menggunakan ChatGPT untuk membantu menulis artikel, mulailah dengan tema-tema yang mudah. Nanti lama-lama kamu akan makin mahir dan bisa menulis tema yang lebih sulit dan kompleks.

13 Comments

  1. Saya belum pernah mencoba membuat artikel dengan bantuan ChatGPT. Tapi dari pemaparan di sini, nampaknya bisa membantu, selama kontrolnya tetap berada di blogger itu sendiri. Penyesuaian fakta dan gaya tulisan penting demi kredibilitas.

  2. Iya kak, sejauh ini saya terbantu dengan adanya chat GPT terutama dalam menentukan judul tulisan dan memperbaiki kalimat agar enak dibaca. Sekarang AI benar-benar membantu pekerjaan para konten kreator. ❤️

  3. Ah iya benar kak, jangan pasrah langsung copas dari situ ke blog, yang ada gak ada geregetnya ya.. sharing yang bisa dicoba nih kak

  4. Bagaimanapun ChatGPT hanyalah tools yang membantu.
    Tetap yang terbaik adalah penulisan yang ditulis berdasarkan pengalaman atau ciri khas masing-masing penulis. Sehingga dimata google juga lebih “manusiawi” gak terkesan robot banget.

    Tapi jadi sangat bermanfaat kalau sedang kehabisan ide dan butuh breakdown niche yang ada di blog.

  5. wah boleh banget ini pakai chat GPT kalau sudah kehabisan ide nulis atau kalau lagi buru-buru. cuma ya harus tetap diperhatikan kualitas tulisannya supaya tetap berbobot. riset keyword juga sangat bagus untuk bantu fokus dengan topik bahasan apa yang ingin ditulis. terimakasih artikelnya sangat menginspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *